Wisata Pulau Tidung (3)

Mengenal Tidung
Salah satu tujuan berwisata adalah mengenal penduduk setempat. Dua tahun yang lalu Tidung tidak seramai sekarang, penerangan hanya ada dari jam 6 malam hingga jam 6 pagi menggunakan genset yang ada di tengah pulau. Tetapi sejak pemerintah menarik kabel bawah laut , listrik berlimpah, penduduk sudah mulai bisa punya AC. Sekarang banyak sekali rumah penduduk yang ber AC. Rumah tempat kami menginap listriknya 1300 watt dengan 2 AC dan 1 kulkas. Sejak itu banyak tamu dari Jakarta daan daerah lain yang berkunjung kemari.
Di Tidung tidak ada mobil, menurut cerita penduduk setempat, dulu pernah ada mobil,  kijang super, tapi karena jalan-jalannya kecil akhirnya mobil itu jadi susah kemana mana, dan sekarang dionggokan begitu saja. Jalan-jalan di Tidung umumnya adalah jalan conblock (coblestone) dengan lebar dua meteran yang cukup pas-pasan untuk becak motor berpapasan. Kendaraan utama di Tidung adalah sepeda motor dan sepeda. Hampir semua rumah penginapan di Tidung menyediakan layanan pinjam sepeda gratis yang bisa dibawa-bawa keliling pulau. Hanya yang gak tahan itu polisi tidurnya. Dimana-mana polisi tidur, di beberapa tempat jarak antar polisi tidur hanya 3 meter !. Sakitlah pantat terbanting-banting di sepeda pinjaman yang memang sudah tidak empuk itu.
Pulau Tidung merupakan pulau terbesar di Kecamatan Pulau Seribu Selatan. Pulau ini baru ramai sejak dua tahun terakhir sejak PLN menarik listrik kabel laut ke pulau ini. Orang Tidung bangga karena ini, Pulau Pramuka yang merupakan ibu kota kabupaten saja baru akan dapat sambungan listik seperti  mereka tahun depan. Tetapi memang Pulau Pramuka lebih kecil dari Pulau Tidung, hanya kabarnya di Pulau Pramuka ada penangkaran penyu sisik, nusa keramba, dan penangkaran bandeng. Hmm.. jadi kepengen ke sana.

Masuk ke Pulau Tidung suasana  religi terasa, di setiap gang eh jalan dipasang lambu box bertuliskan asmaul Husna. Mesjid terbesar di Pulau ini adalah mesjid Al Huda. Waktu kami ke sana (Desember 2011) mesjid sedang di renovasi.


Wisata Air.
Namanya juga ke pulau, yang dicari tentu wisata pantai dan air. Wisata air andalan Pulau Tidung adalah snorkling, hampir semua tawaran paket dari travel tour sudah termasuk snorkling. Paketnya sudah termasuk transportasi ke lokasi, peminjaman jaket pelampung, masker snorkling dan sepatu katak. Tetapi kalau untuk diving biasanya ada tambahan lagi. Oh ya, anda tidak harus bisa berenang untuk dapat menikmati pemandangan indah di dasar laut. Ada pemandu yang siap mendampingi dan mengajari cara menikmati snorkling. Untuk snorkling kami dibawa dengan motor laut ke arah Pulau Payung, Katanya di dekat pulau ini karangnya lebih bagus. Perjalanan lebih kurang 45 menit dengan motor laut yang mesinnya dari mesin colt diesel 4 silinder, 100 PK hehe. Oh ya mereka juga menyediakan dokumentasi untuk kegiatan di air ini. Jadi kalau ada yang mau bikin foto bawah air bisa lah. Biasanya yang dibawa adalah kamera pocket untuk kegiatan outdoor  yang waterproof. Cheese… klik !
Jembatan cinta adalah pusat wisata Pulau Tidung. Jembatan panjang dan berbelok-belok yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil adalah keindahan tersendiri. Menikmati pemandangan laut biru lepas di kiri kanan kita, sambil ditiup semilir angin laut. Jembatan ini juga digunakan orang untuk memancing, ada ikan dan cumi di perairan dangkalnya. Hanya jembatan ini memang belum diberi pagar, jadi menurut saya agak berbahaya juga dilewati kalau angin kencang. Di ujung awal jembatan ini dibangun jembatan tinggi melengkung, banyak pengunjung mencoba loncat indah dari atas bagian jembatan yan tinggi itu.
Di dekat jembatan cinta juga banyak wisata air lainnya. Ada banana boat, ada bantal donat, itu lho bantal besar berbentuk donat. Kita duduk di atasnya atau ada juga model yang kita tengkurap di atas donutnya, lalu donatya di tarik dengan kapal. Bersiaplah untuk tergoncang-goncang di ombak . Hiiiyyaaa ! Untuk banana boat dan donat mereka biasanya menetapkan tarif Rp 35.000/orang. Kalau mau murah meriah, anak-anak bisa main di pantainya yang putih, melihat laut biru bening. Pantainya masih jauh lebih bersih dibanding Pantai ancol, masih lebih bagus inilah.  Kalau haus tinggal beli kelapa muda Rp 7.000 per butirnya

Ada dua tempat wisata di Pulau Tidung besar. Satu di ujung timur, dimana ada jembatan cinta yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung kecil. Yang bagus untuk menikmati matahari terbit, dengan catatan sedang tidak mendung. Kedua di pantai Tanjung Barat untuk menikmati matahari tenggelam. Pantai Tanjung Barat relatif sepi dan masih baru. Sekelilingnya masih rimbun oleh pohon. Untuk ke sana bisa dengan sepeda atau naik becak motor, seharga Rp 15.000/becak dari penginapan kami yang lokasinya agak di timur pulau. Karena pakai motor dan tidak dikayuh, jadi mungkin dianggap masih manusiawilah oleh Pemda Jakarta, hehe. Satu becak itu berarti bisa dua-tiga orang di depan dan satu orang diboncegan motor di belakangan si abang becaknya. Kami tidak melihat ada orang yang berenang di sana. Tetapi di sana disediakan saung-saung atau ayunan pohon untuk bersantai menikmati angin pantai. Kalau lapar di dekatnya ada warung yang sediah minuman panta, kopy, pocarswet dan kelapa muda hingga cemilan seperti  sukun goreng, atau gorengan dari aci campur ikan.

pelabuhan rawa saban jam 11 balik tidung tangerang jalan daratnya jauh, jadi wisatawan banyak dari angke. Pit, enjoy harus pesen sebulan satu pintu satu kamar ada yg tujuh pintu, 8 pintu, ada )g 2 kamar, langsung ngadep pantai, dekat taman kecamatan pian, fatir. Pantai barat masih natural, masih banyak pohon kelapa, pasirnya gak lebar, lebih sepi. Ibu taj priok, bp asli tidung, nempatin rmh bapaknyper porsi 60). Katering sub lagi. Ada tanah di barat 4 hektar 200-300 rbu ada 2 dermaga betok/ perhubungan , dermaga rawa saban/ lampu lapan tmpt naik motor laut dan feri ke tangerang

One Response to Wisata Pulau Tidung (3)

  1. elmoudy says:

    waooooww..keren bangeeet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *