Wisata Kuliner Kota Palu

Kota Palu ibukota provinsi Sulawesi Tengah terletak di Teluk Palu. Di teluk itu bermuara sungai yang membelah kota Palu menjadi Palu bagian barat dan Palu bagian timur. Di atas sungai terbentang jembatan baja, ada yang menyebutnya jembatan kuning karena warnanya kuning. Teluk itu dikelilingi perbukitan sehingga di pantainya kita tidak akan menemukan pemandangan matahari muncul  maupun tenggelam di cakrawala. Jadi lupakan saja keinginan melihat sunrise atau sunset di pantai palu.

Ini kunjungan saya yang ketiga ke Kota Palu Sulawesi Tengah. Setelah selalu sibuk dan terburu-buru, akhirnya siang itu kami berkesempatan mencoba wisata kuliner di kota Palu. Teman-teman di Palu menyarankan beberapa tempat untuk dicoba. Tapi karena waktu lebihnya  memang tidak banyak, jadi hanya dua yang sempat kami coba yaitu Soto Kaledo dan Ayam Uta Dada.

 

KALEDO STEREO

Untuk makan siang kami mencoba Soto Kaledo Stereo yang terletak  di  Jl Diponegoro no. 40.Palu. Rumah makan itu dikelola oleh Ibu Dahlia Sinjar yang asli Soppeng, konon beliau mendapat resep soto enaknya dari suaminya yang asli Donggala.   Rumah makan itu buka setiap hari pukul 10.00-22.00 termasuk sabtu minggu. Mereka tutup hanya pada hari raya lebaran saja.

Kaledo Stereo-1

Kami tiba di sana setelah waktu makan siang, tempatnya tidak terlalu besar, tapi bersih. Kaledo singkatan dari Kaki Lembu Donggala. Soto dapat dimakan dengan nasi putih, atau orang di sana juga biasa makan dengan jagung atau ubi kayu alias singkong yang direbus.   Karena ingin mencoba  kaledo dengan cara aslinya, maka saya pun memesan semangkok kaledo dengan ubi . Makanan berat yang dijual di sana memang hanya soto kaledo saja, jadi jangan cari nasi goreng atau nasi rames di sana, ya. Ketika kita tiba di sana pelayan langsung bertanya berapa porsi yang akan dipesan dan mau minumnya apa .

Tidak lama pesanan kami pun datang, semangkok soto kaledo dengan ubi.  Lengkap dengan sedotan untuk menyedot sumsum dari tulang kaki dan pisau untuk mengiris daging dan urat yang masih menempel di kaki lembu itu. Sotonya panas, gurih dan sangat terasa kaldunya. Tanpa diberi sambel pun sudah terasa enaknya. Sensasi rasa di mulut jadi menarik ketika rasa gurih dan daging yang empuk dipadu dengan singkong rebus yang bertekstur lembut. Lalu seruput dengan sedotan sum sum dari tulangnya. Mmmm… yummy !

Kaledo Stereo-2

 

Sebagai hidangan penutup di atas meja ada beberapa pilihan, salah satunya Barongko, sejenis kue pisang kukus sebagai penutup..

 

AYAM UTA DADA

Ayam Uta Dada artinya ayam kuah santan. Rumah makan yang kami coba kali ini terletak diperbukitan di sisi barat kota Palu di daerah Donggala Kodi.  Karena lokasi nya di atas bukit, kita bisa menikmati pemandangan kota Palu dari ketinggian dari rumah makan ini.

Dari kejauhan tampak Jembatan kuning

Dari kejauhan tampak Jembatan kuning

Seperti rumah makan kaledo, mereka juga tidak menyediakan makanan lain selain ayam uta dada dan ayam panggang ini. Jadi kita hanya ditanya mau makan berapa porsi dan minumnya apa. Di meja tersedia krupuk dan peyek sebagai pelengkap.

Ayamutadada

Masakan ini mirip opor ayam, hanya bumbunya lebih sederhana. Konon bumbunya hanya bawang merah, jahe merah, rawit , kunyit dan garam. Rasanya  pedas gurih  walau kuahnya tidak berwarna merah berasal dari rawitnya itu. Semangkok  ayam uta dada terdiri dari 3 potong ayam yang tidak terlalu besar dihargai Rp 50.000. Ayamnya menggunakan ayam kampung, sehingga rasa gurih ayamnya terasa sekali walau bumbunya konon tidak menggunakan bawang putih. Ayam Uta Dada dimakan dengan nasi atau ketupat. Selain itu mereka juga menyediakan ayam panggang khas Donggala. Ayam bakar dengan bumbu yang terasa manis pedas dan agak asam. Selamat menikmati.

Ayamutadada3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *