Animal Anatomy

Panjang komodo rata-rata hampir 2,8 m, tetapi bisa mencapai 3 m dan beratnya mencapai 135 kg. Komodo memiliki empat kaki pendek dan lima jari dengan cakar yang tajam. Ekor lebih komodo lebih panjang dari tubuhnya. Komodo memiliki gigi tajam di rahang besar, tetapi memiliki gigitan yang lemah. Komodo mempunyai lidah bercabang panjang, kuning, dan bercabang dua. Ada kelenjar racun besar di dekat mulutnya.

 

Komodo mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini tidak dapat melihat dengan baik di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak begitu mampu membedakan objek yang tak bergerak. Komodo tidak memiliki indera pendengaran, walaupun memiliki lubang telinga.

Komodo menggunakan lidahnya untuk mencium bau mangsanya seperti halnya sebagian besar Squamata. Lidah komodo menangkap partikel bau di udara lalu menaruhnya ke organ di langit-langit mulutnya yang disebut organ Jacobson yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari bau tersebut. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 km. Lubang hidung komodo hanya berfungsi untuk bernafas dan bukan mencium bau karena komodo tidak memiliki selaput penerima bau di hidungnya. Komodo juga tidak memiliki organ perasa di lidahnya, hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di tenggorokan dalam.

Komodo tidak memiliki diafragma, otot yang mendorong udara masuk dan keluar dari paru-paru.

 

Komodo muda mudah diserang dan karenanya tinggal di pohon, aman dari pemangsa dan komodo dewasa kanibal. Komodo muda membutuhkan 8 hingga 9 tahun untuk matang, dan diperkirakan akan hidup hingga 30 tahun.