Belajar Bahasa Indonesia -1

Membaca majalah tempo pagi ini, saya sempat terhenti ketika menemukan kata- kata yang tak biasa.  Selain Tempo dan Kompas tidak banyak media cetak yang cermat berbahasa Indonesia dalam tulisan –tulisan yang tersaji di medianya. Tetapi  membaca kedua media ini sering menambah khazanah bahasa saya. Coba baca kutipan berikut ini.

Melenting di dunia politik, terjerahap di ranah hukum. Drama yang dilakoni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng sesungguhnya bukan cerita baru. Ada berjebah politikus cemerlang di banyak negara yang terkalang perkara sama: terjerat kasus korupsi. Selama politik kita masih didominasi praktek transaksi, akan selalu muncul kisah petualang dan korban pecundang (Tempo Edisi 17-23 Desember 2012).

BAHWA sesungguhnya menyebut “bahaya mengancam di atas bandara” bukanlah untuk merusak rencana liburan akhir tahun Anda. Tapi padamnya radar pada sistem lalu lintas udara Cengkareng dua pekan lalu jelas menunjukkan biutnya acaman itu. (Tempo Edisi 24-30 Desember 2012).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terjerahap dari kata dasar Jerahap  (v) *) berarti meniarap; menelungkup dengan tangan mendepang. Sementara mendepang (v) sendiri berarti 1 merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; 2 menghadang (merintangi dsb) dengan kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri. Jadi terjerahap dapat diartikan terjatuh dengan tangan terbuka menahan badan yang akan jatuh, jatuh terjerembap.

Kata kedua yang menarik perhatian adalah kata berjebah yang berarti berlebih-lebihan; terdapat di mana-mana (tentang barang dagangan).  Terkalang sendiri dalam KBBI setidaknya memiliki empat arti, dan untuk kontkes kalimat di atas, terkalang berarti tergalang; terganjal. Dalam kalimat ketiga Tempo ingin mengatakan bahwa politikus cemerlang yang terganjal perkara korupsi  banyak ditemukan di berbagai negara .

Biut  berarti tidak mau sembuh-sembuh (tentang penyakit). Sejatinya Tempo ingin mengatakan bahwa ancaman di atas bandara masih selalu ada seperti penyakit yang tak kunjung sembuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *