Batale

Malam itu di Sungai Penuh, kami menghadiri undangan jamuan di rumah salah satu kerabat. Katanya sang tuan rumah tidak lama lagi akan pergi menunaikan ibadah haji. Kami tiba setelah isya , di ruang tamu rumah telah penuh dengan tamu yang sebagian bapak- bapak, sementara ibu ibu berkumpul di ruang tengah.

Kami duduk di lantai mengelilingi seperah. Oh ya ,di budaya minangkabau  juga dikenal budaya makan seperti ini. Yang dimaksud seperah adalah kain putih panjang yang dibentang tuan rumah di lantai. Nanti tamu-tamu akan duduk di karpet di sepanjang kain seperah untuk makan bersama-sama. Malam ini hidangannya adalah gulai putih atau gulai kurma,ya seperti ayam opor lah. Lalu ada gulai merah,gulai abeang, yang berwarna kuning ke merah-merahan,dan nasi ajiang. Yang dimaksud nasi ajiang adalah nasi putih dibungkus dengan daun pisang. Nasinya seperti nasi-nasi di daerah ini umumnya berasnya pra. Makanya saya sering agak susah menikmati makan disini  kalau harus makan nasi yang sudah tidak panas, karena dijamin nasinya sudah bercerai berai. Satu paket yang disebut sepaha adalah sebuah dulang besar, sepiring gulai putih dan gulai merah, lalu dikelilingi oleh beberapa bungkus nasi ajiang itu , plus sayur seperti selada padang. Hidangan penutupnya adalah pudding lapis yang yummy.

Selesai makan, tuan rumah menyampaikan maksud acara. Lalu ada beberapa petuah dari orang-orang yang dituakan. Setelah itu piring di ruang utama diangkat karena mereka akan melakukan “batale”.  Tuan rumah berbaris bergandengan tangan, berhadap-hadapan dengan tamu yang berbaris bergandengan juga. Jika baris tuan rumah maju, maka baris tamu akan mundur,sebaliknya jika baris tamumaju,maka baris tuan  rumah akan mundur. Gerakan itu dilakukan terus berulang sambil melantunkan pantun-pantun yang mendayu-dayu. Katanya arti pantun itu sedih sekali, ungkapan  hati karena harus melepas saudara yang pergi jauh. Pergi haji itu maksudnya, kan pergi jauh , apalagi kalau zaman dulu pergi haji kan bisa bisa berbulan bulan atau tahunan.  Saya tidak tahu sampai berapa lama mereka menarikan itu. Bayangkan dari jam 9 malam sampai jam11kami pulang belum ada tanda tanda batale  akan usai .

Selamat menunaikan ibadah haji uda dan uni,semoga beroleh haji yang mabrur

One Response to Batale

  1. Elena says:

    wah,,setelah saya kepulau tindug baru kali ini anak anak saya merasa sangat senang berlibur padahalkan hanya sederhana tapi saya juga mersakan kepuasan saat berlibur ke Pulau Tidung pokonya TOP dech untuk Timnya mas yasir saya pasti akan ke Pulau Tidung kembali pastinya menunggu anak saya liburan lagi heeee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *