Perkembangbiakan

Perkembangbiakan Komodo

Musim kawin komodo biasanya berlangsung antara bulan Mei hingga Agustus. Selama periode ini, komodo jantan sering berkelahi dengan pejantan lain untuk memperebutkan betina dan wilayah kekuasaannya. Dua pejantan “bergulat” dengan jantan lainnya sambil berdiri menggunakan kaki belakang lalu saling mendorong dan memukul dengan kaki depan. Komodo yang kalah akan terjatuh dan “terkunci” ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk berkelahi.

Komodo betina biasanya meletakkan telurnya di lubang tanah, cekungan di tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Akan tetapi, komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan. Sarang komodo rata-rata berisi 20 telur. Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas setelah dierami selama 7–8 bulan.

Setelah menetas anak komodo akan naik ke pohon dan hidup di pohon untuk menghindari pemangsa. Di pohon anak komodo makan kadal, burung, atau tikus. Pemangsa utama telur komodo adalah monyet, babi hutan, dan komodo. Sebab komodo adalah hewan kanibal atau pemakan sesama.

1 2

Animal Behaviour

Komodo Dragon lebih menyukai tempat yang panas dan kering, dan biasanya tinggal di padang rumput yang kering dan terbuka, sabana, dan hutan tropis di dataran rendah. Sebagai ectotherm, komodo paling aktif di siang hari, meskipun menunjukkan beberapa aktivitas malam hari. Komodo adalah penyendiri, berkumpul hanya untuk berkembang biak dan makan. Mereka mampu berlari cepat dalam sprint singkat hingga 20 km/jam, menyelam hingga 4,5 m, dan memanjat pohon dengan cakap ketika masih muda dengan menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang tidak terjangkau, Komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penyangga. Saat dewasa, cakarnya digunakan terutama sebagai senjata, karena ukurannya yang besar membuatnya tidak bisa mendaki.

Untuk tempat berteduh, komodo menggali lubang yang lebarnya 1 hingga 3 m dengan kaki depan dan cakar yang kuat. Karena ukurannya yang besar dan kebiasaan tidur di lubang-lubang ini, ia mampu menghemat panas tubuh sepanjang malam dan meminimalkan periode berjemurnya di pagi hari sesudahnya. Komodo berburu di sore hari, tetapi tetap di tempat teduh. Tempat istirahat khusus ini, biasanya terletak di punggung bukit dengan angin laut yang sejuk sebagai lokasi strategis untuk menyergap rusa.

Miscellanous Information

Tak Kenal, Maka Tak Sayang! PDKT Lebih Jauh Lagi Yuk Dengan Komodo Dragon:

 

Komodo merupakan Hewan Purbakala

Komodo sudah ada sejak 25-40 tahun yang lalu dan merupakan kerabat dekat dari Dinosaurus, hal ini dapat dilihat dari kemiripan komodo dengan beberapa fosil Dinosaurus. Komodo sering disebut-sebut sebagai “Dinosaurus Terakhir di Dunia”

 

Orang lokal mengenal mereka dengan nama “Ora”

Komodo adalah hewan purba yang sudah ada sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu. Keberadaan komodo di pulau Komodo sendiri baru diketahui oleh orang luar pada tahun 1912 ketika seorang tentara Belanda bernama Letnan van Steyn van Hensbroek menembak mati satu komodo dan mengirimkan kulitnya ke seorang peneliti bernama Peter Ouwens untuk diteliti. Sementara kita menyebut hewan ini dengan nama komodo, penduduk asli pulau menyebut mereka dengan nama “Ora” yang memiliki arti buaya darat.

 

Bukan hanya ular, komodo ternyata juga memiliki bisa mematikan

Beberapa tahun yang lalu, para peneliti percaya bahwa komodo memiliki air liur yang mematikan dan bisa membunuh seekor kerbau hanya dalam satu gigitan. Faktanya, air liur komodo hanya memiliki sedikit bakteri. Alih-alih membunuh mangsa dengan air liur, komodo sebenarnya membunuh mangsa mereka dengan bisa atau racun yang dia miliki.

Bisa ini disimpan di kelenjar racun yang terletak di rahang bawah. Setelah komodo menggigit mangsa hingga terluka, dia akan menyuntikkan racun lewat lidahnya yang berbisa.

Meski luka akibat gigitan komodo tidak terlalu parah tapi racun yang menyebar lewat luka gigitan sanggup membuat hewan maupun manusia kehilangan banyak darah, kelumpuhan, kerusakan jaringan, disertai dengan rasa sakit yang luar biasa sebelum akhirnya ambruk ke tanah dan jadi santapan komodo.

 

Mereka bisa mengkonsumsi makanan hingga 80% bobot tubuhnya

Seekor komodo bisa mencapai ukuran 2,7 sampai 3 meter dengan bobot mencapai 166 kg. Bukan hanya memiliki tubuh yang besar, kadal purba ini juga memiliki selera makan yang besar. Komodo memiliki rahang yang elastis dan membuat mereka bisa menelan mangsa yang memiliki bobot 80% dari bobot tubuhnya sendiri.

Meski mampu menelan seekor kambing bulat-bulat, tapi komodo memiliki sistem pencernaan yang lambat. Setelah makan besar mereka akan berjemur dibawah sinar matahari untuk mempercepat proses pencernaan. Jika proses tersebut selesai, komodo akan memuntahkan kembali sisa makanan seperti tanduk, gigi, atau rambut mangsa yang tidak bisa dicerna.

Intensitas berburu komodo tergantung seberapa besar mangsa yang dia dapatkan. Semakin besar mangsanya, maka akan semakin jarang komodo berburu. Umumnya seekor komodo hanya perlu makan satu kali sebulan.

 

Saat lapar, mereka bisa berubah jadi kanibal

Komodo adalah hewan pemakan daging alias karnivora. Bukan hanya memangsa hewan lain, komodo juga tidak segan membongkar makam manusia dan memakan jenazah yang dikuburkan. Komodo memang bukanlah hewan yang ramah, bahkan untuk jenis mereka sendiri.

Seekor komodo dewasa bisa saja menyerang dan memakan komodo yang lebih kecil jika mereka sedang lapar. Dan yang lebih parah adalah komodo dewasa juga tidak segan untuk memakan bayi mereka sendiri setelah lahir.

Matahari Dapat Membantu Mempercepat Proses Pencernaan Komodo

Setelah makan biasanya komodo membawa dirinya untuk mencari sinar matahari yang berfungsi untuk mempercepat proses pencernaannya.

Bayi komodo bersembunyi dari orangtuanya

Karena kebiasaan saling memakan satu sama lain, biasanya bayi atau komodo yang lebih muda akan kabur sejauh mungkin dari komodo dewasa. Berbeda dengan komodo dewasa, komodo yang masih muda bisa memanjat pohon dan bersembunyi di atas pohon dan baru benar-benar turun ke tanah setelah usianya 4 tahun. Cara lainnya adalah dengan berguling di atas kotoran mereka atau kotoran milik komodo lain. Ini dilakukan untuk menyamarkan bau tubuhnya dari komodo dewasa.

Communications

Dibandingkan dengan kadal lain, komodo memiliki sarana komunikasi yang cukup sederhana. Sementara kelompok kadal lain mungkin memiliki jambul dan / atau bercak warna-warni di kulit untuk menunjukkan jenis kelamin mereka, komodo jantan dan betina sering sulit dibedakan kecuali untuk ukuran, dengan jantan berukuran lebih besar.

 

Postur komunikasi yang paling umum diadopsi oleh komodo adalah pose ancaman. Ini memberitahu individu lain dari spesies mereka untuk menjaga jarak dan dilakukan dengan cara Komodo berdiri tegak, melengkungkan lehernya dan melebarkan tenggorokannya. Tubuhnya biasanya diratakan dari sisi ke sisi untuk membuat komodo terlihat lebih besar.

Tatapan mata terbelalak dan suara mendesis yang keras juga digunakan untuk memberi tahu untuk menjaga jarak. Desis keras kadang disertai dengan gerakan lidah yang sangat lambat dan berlebihan.

 

Postur di atas juga khas dari dua jantan yang bersiap-siap sebelum memperebutkan hak kawin dengan betina di dekatnya. Pertarungan itu sendiri terdiri dari pertempuran di mana jantan mundur di tungkai belakang mereka, mengambil satu sama lain di bahu dengan lengan mereka dan mencoba untuk saling melemparkan ke tanah.

Pose pertahanan / ancaman lain, yang diadopsi terutama oleh komodo ketika terancam oleh sesuatu yang lain daripada anggota spesies mereka sendiri adalah untuk menggulung ekor ke satu sisi dalam persiapan untuk menggerakan ekornya. Kebanyakan komodo dapat memegang ekornya seperti senjata untuk pertahanan diri.

Ketika dua komodo asing menyapa satu sama lain untuk pertama kalinya, mereka sering melakukan kedutan kepala ke sisi saat lidah saling mengibaskan satu sama lain untuk mencium aroma. Kedutan berlebihan biasanya berarti agresi sedangkan kedutan kepala yang lebih halus dan lembut biasanya merupakan indikasi jantan dan betina tertarik untuk kawin.

Bentuk komunikasi terakhir, yang hanya ada di komodo yang masih sangat muda, adalah menganga. Itu terjadi ketika komodo membuka mulutnya dengan menguap lebar dan lambat. Ini dilakukan untuk membela diri, sebagai upaya untuk membuat komodo terlihat lebih menakutkan daripada yang sebenarnya.

Animal Anatomy

Panjang komodo rata-rata hampir 2,8 m, tetapi bisa mencapai 3 m dan beratnya mencapai 135 kg. Komodo memiliki empat kaki pendek dan lima jari dengan cakar yang tajam. Ekor lebih komodo lebih panjang dari tubuhnya. Komodo memiliki gigi tajam di rahang besar, tetapi memiliki gigitan yang lemah. Komodo mempunyai lidah bercabang panjang, kuning, dan bercabang dua. Ada kelenjar racun besar di dekat mulutnya.

 

Komodo mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini tidak dapat melihat dengan baik di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak begitu mampu membedakan objek yang tak bergerak. Komodo tidak memiliki indera pendengaran, walaupun memiliki lubang telinga.

Komodo menggunakan lidahnya untuk mencium bau mangsanya seperti halnya sebagian besar Squamata. Lidah komodo menangkap partikel bau di udara lalu menaruhnya ke organ di langit-langit mulutnya yang disebut organ Jacobson yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari bau tersebut. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 km. Lubang hidung komodo hanya berfungsi untuk bernafas dan bukan mencium bau karena komodo tidak memiliki selaput penerima bau di hidungnya. Komodo juga tidak memiliki organ perasa di lidahnya, hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di tenggorokan dalam.

Komodo tidak memiliki diafragma, otot yang mendorong udara masuk dan keluar dari paru-paru.

 

Komodo muda mudah diserang dan karenanya tinggal di pohon, aman dari pemangsa dan komodo dewasa kanibal. Komodo muda membutuhkan 8 hingga 9 tahun untuk matang, dan diperkirakan akan hidup hingga 30 tahun.

Diet Information

Komodo adalah karnivora, artinya mereka memakan daging. Mereka adalah pemburu yang sangat ganas sehingga mereka dapat memakan mangsa yang sangat besar, seperti kerbau, rusa, bangkai, babi, dan bahkan manusia. Mereka juga akan memakan komodo yang lebih kecil. Mereka dapat makan makanan yang seberat 80 persen dari berat tubuhnya dalam satu kali pemberian makan, menurut National Geographic.

 

Komodo memiliki cara unik untuk membunuh mangsanya. Pertama, ia muncul dan menjatuhkan mangsa dengan kakinya yang besar. Kemudian mereka menggunakan gigi mereka yang tajam dan bergerigi – yang sangat mirip dengan hiu – untuk menghancurkan mangsa mereka sampai mati. Jika mangsa lolos, ia akan mati dalam 24 jam setelah keracunan darah karena air liur Komodo mengandung 50 jenis bakteri, menurut National Geographic. Dengan indera penciumannya yang luar biasa, Komodo akan menemukan hewan yang mati dan menghabiskannya.

About Us

Tentang Kami

Komodo Dragon Indonesia berfokus pada pelestarian spesies Komodo Dragon, dan juga menjaga keberagaman hayati di dalam habitat Komodo Dragon. VISI dan MISI kami untuk hidup Komodo Dragon yang lebih baik:

VISI

Komodo Dragon Indonesia (KDI) memiliki visi untuk melakukan konservasi terhadap keberlangsungan hidup Komodo Dragon dan menjaga ekosistem yang menjadi habitat hidup Komodo Dragon.

MISI

Untuk mewujudkan visi dalam pelestarian spesies Komodo Dragon, maka KDI menetapkan misi berikut:

+ Mengimplementasikan dan mendorong praktik konservasi Komodo Dragon berdasarkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kearifan lokal sesuai habitat hidup Komodo Dragon

+ Mendorong nilai-nilai konservasi lingkungan hidup untuk meningkatkan kesadaran dan aksi konservasi di tengah masyarakat

Animal Habitat Page

download

Animal Habitat Page:

  • Located within the Lesser Sunda Islands in the border region between the provinces of East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara. The park includes the three larger islands Komodo, Padar and Rinca, and 26 smaller ones,[2] with a total area of 1,733 km2 (603 km2 of it land). The national park was founded in 1980 to protect the Komodo dragon, the world’s largest lizard.[3] Later it was dedicated to protecting other species, including marine species. In 1991 the national park was declared a UNESCO World Heritage Site
  • Natural surrounding: The islands are volcanic in origin, rugged and hilly, and covered with both forest and savanna grassland. Komodo dragons have the smallest home range of any large predator in the world!
  • Animal’s  home: The waters surrounding Komodo Island contain rich marine biodiversity. Komodo islands is also a part of the Coral Triangle, which contains some of the richest marine biodiversity on Earth.